Wanda dan Keano

Rasanya punya Keano? Waktu itu satu tahun persis usia pernikahan, hati rasanya bungah bukan main melihat dua garis yang berarti sedang isi. Dielus-elus, ditimang-timang, diati-ati, tapi ternyata dia cuman bertahan tiga minggu di badan ini. Hati rasanya hancur, merasa gak bener jadi ibu. Yang dirindu-rindukan hanya sebentar menyapa kami, tetapi tetap kami syukuri. Sebulan dua bulan tiga bulan kami lalui hanya berdua. Akhirnya di bulan keenam angin segar menghampiri kami. Kabar baik datang lagi. Rasa syukur dan tentunya rasa was-was, takut dia kembali pergi. Pertama kali diintip lewat mesin USG dokter bilang, “Bu, sudah ada denyut jantung ini, menandakan janin tumbuh dan sehat, dengar kan Bu suaranya? Jedug…jedug… jedug… jedug… suara sapaan pertama anakku terdengar sangat lantang dan cepat sekali. Adek antusias ya mau kasih tau kalau di sana baik-baik saja? Senangnya hati ibu. Tiap bulan selalu gak sabar dan deg-deg-an setiap mau periksa. Rasanya seperti mau ketemu gebetan baru. Setiap ketemmu dokter, bukan jenis kelamin yang ingin ditanyakan, tetapi,” Gimana Dok, anak saya sehat kan?” Sampai akhirnya, waktunya pun datang. 19 April 2016 bayi kecil mungil anak kami lahir. Ternyata perjuangan belum berakhir, justru akan dimulai. Sebagai orangtua baru pasti bingung dan gak tau harus gimana ketika bayi nangis. Ditambah Keano gak mau nen langsung karena puting saya rata dan dia kesusahan ngenyot. Kasihan anakku… Tapi ini hakmu Nak. Setiap dua jam sekali ibu pompa asi untukmu. Tengah malam di saat kamu tidur, ibu pompa asi untuk minum selanjutnya. Selesai pompa, kamu bangun minta minum. Memang asi saya gak sebanyak ibu-ibu lain yang bisa nyimpan sampai berkantong kantong. Hari demi hari, bulan demi bulan dilalui. Capek memang capek, lelah pasti lelah, tapi ini tugas seorang ibu dan hak yang harus ibu beri untukmu. Di saat rasa lelah dan ingat stok habis, sesaat teringat kembali bagaimana kehadiranmu membawa angin segar untuk kami. Seketika itu energi ini terisi kembali. Tak terasa nyaris satu tahun usiamu Anakku. Keano Malik Alkhalifi, semoga kamu selalu sehat, tumbuh kuat, pintar, memuliakan Allah, serta selalu membawa kebahagiaan untuk sekitar, seperti arti namamu, Nak.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.